Showing posts with label Economic. Show all posts

BAB. 2 Kegiatan Ekonomi Konsumen dan Produsen (Ekonomi SMA Kelas X)

A. Manfaat dan Nilai Barang

Barang adalah benda-benda berwujud yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.
Jasa tidak dapat digolongkan sebagai suatu barang karena tidak berwujud, tetapi dapat memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penggolongan barang dan jasa :

a. Berdasarkan Cara Memperolehnya :

1) Barang Ekonomi (Economic Goods)
Untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi
 2) Barang Bebas (Free Goods)
Untuk memperolehnya tidak  diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi

b. Berdasarkan kegunaannya

1) Barang Konsumsi
Barang yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan
2) Barang Produksi
Barang yang digunakan dalam proses produksi, sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

c. Berdasarkan Kegunaan dalam Hubungannya dengan Benda Lain:

1) Barang Substitusi
Barang yang kegunaannya dapat menggantikan fungsi barang lain
2) Barang Komplementer
Barang memiliki kegunaan untuk melengkapi barang lain

d. Berdasarkan Proses Produksinya :

1) Barang Mentah
Barang yang belum mengalami proses produksi
2) Barang Setengan Jadi
Barang yang sudah mengalami proses produksi tapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna
3) Barang Jadi
Barang yang sudah mengalami proses produksi secara sempurna sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

B. Guna Barang

Kegunaan barang (utility) adalah kemampuan suatu barang barang untuk memnuhi kebutuhan manusia.
Kegunaan barang dibedakan menjadi :

a. Kegunaan bentuk (form utility)
Suatu barang akan bertambah kegunaannya setelah mengalami perubahan bentuk

b. Kegunaan tempat (place utility)
Suatu barang akan bertambah kegunaannya setelah mengalami perubahan tempat atau kedudukan

c. Kegunaan waktu (time utility)
Suatu barang akan lebih bergunajika digunakan pada waktu tertentu.

d. Kegunaan milik (ownership utility)
Suatu barang akan bertambah kegunaannya setelah mengalami perubahan pemilik

C. Nilai Barang

Nilai barang dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :

a. Nilai Pakai
Adalah nilai yang diberikan pada suatu barang karena dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan. Nilai pakai dapat dibedakan menjadi :
1) Nilai pakai objektif, penilaian yang diberikan masyarakat secara umum terhadap suatu barang karena kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan fungsinya.

2) Nilai pakai subjektif, penilaian yang diberikan seseorang atau individu terhadap suatu barang karena dapat memnuhi kebutuhan seseorang atau individu tersebut sesuai dengan keinginan dan kepentingannya.

b. Nilai Tukar
Adalah kemampuan suatu barang utntuk dipertukarkan dengan barang lainnya. Nilai tukar dapat dibedakan menjadi :
1) Nilai tukar objektif, adalah nilai yang diberikan masyarakat secara umum terhadap suatu barang karena barang tersebut dapat ditukarkan dengan barang lain berdasakan harga yang berlaku secara umum

2) Nilai tukar subjektif, nilai tukar yang diberikan seseorang atau individu terhadap suatu barang sesuai dengan keinginan dan kepentingannya.

 D. Pelaku Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi masyarakat dapat dikelompokan  menjadi 3 kegiatan, yaitu :


1. Kegiatan Produksi yaitu kegiatan menghasilkan dan atau menambah nilai guna barang dan jasa. Seperti orang-orang pergi kesawah,pabrik,polisi dokter dan lainnya.

2. Kegiatan Distribusi yaitu kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen, seperti pedagang, sopir angkutan bus, truk dan yang lainnya.

3. Kegiatan Konsumsi yaitu kegiatan menghabiskan dan atau mengurangi nilai guna barang dan jasa, seperti masyarakat yang membeli kebutuhan sehari-hari.
 
Sementara pelaku kegiatan ekonomi pada suatu negara dikelompokan  sebagai berikut:

1. Rumah Tangga Produksi (RTP), yaitu kelompok masyarakat yang kegiatannya menghasilkan dan atau menambah nilai guna barang dan jasa .
 
2. Rumah Tangga Konsumsi (RTK), yaitu kelompok masyarakat atau konsumen yang membeli hasil produksi Rumah Tangga Produksi dan kegiatannya mengabiskan dan atau mengurangi nilai guna barang jasa.


3. Rumah Tangga Negara (RTN), yaitu pemerintah yang merupakan kelompok masyarakat dengan kegiatannya membuat kondisi yang mendukung seperti menjaga kestabilan , mengatur, merencanakan bahkan melaksanakan kegiatan ekonomi.


4. Masyarakat Luar Negeri, yaitu mitra untuk mendatangkan kebutuhan baik berupa barang maupun berupa jasa yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri .


E. Perilaku Konsumen

Konsumsi adalah segala kegiatan menghabiskan dan atau mengurangi daya guna barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung
Konsumen adalah seseorang atau kelompok yang menghabiskan dan atau mengurangi daya guna barang dan jasa.
Tujuan konsumsi:
1. Untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahakan hidup. Misalnya makanan agar dapat bertahan hidup pakaian agar terhindar dari kedinginan dan penyakit .
2. Untuk mencapai kepuasan yang maksimal.
Untuk  meningkatkan kegiatan ekonomi dari sisi konsumsi dapat dilakukan dengan 2 cara:
1. Meningkatkan pendapatan masyarakat dengan meningkatnya pendapatan masyarakat  daya belinya meningkat dan akhirnya konsumsi akan meningkat
2. Stabilitas harga , sebab dengan harga yang stabil kepastian kegiatan ekonomi akan terjamin
Beberapa hal yang mempengaruhi konsumsi adalah:
Faktor Intern:
  • Pendapatan
  • Selera
  • Komposisi rumah tangga
  • Kebiasaan keluarga
Faktor Ekstern :
  • Harapan kenaikan harga
  • Kamudahan kredit
  • Pengaruh sosial
  • Sosial budaya
  • Sikap dan kepribadian
  • Perkembangan iptek
  • Harga barang
  • Kebujaksanaan pemerintah.
JM Keynes menjelaskan hubungan antara pendapatan dengan konsumsi sebagai berikut:
C = a + bY
C =  jumlah konsumsi (comsumtion)
a  =  konsumsi otonom yaitu besarnya konsumsi pada saat pada saat pendapatan nol
b.= MPC (Marginal Proprnsity to Consume) yaitu besarnya konsumsi yang diakibatkan oleh adanya tambahan pendapatan.
Perilaku konsumen dapat dipelajari melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan cardinal (cardinal approach) dan pendekatan ordinal (ordinal approach).

1. Pendekatan Kardinal
Disebut juga pendekatan marginal utility (MU), yaitu tambahan kepuasan yang diperoleh karena tambahan unit barang yang dikonsumsi. Herman Heinrich Gossen merupakan salah seorang yang mengungkapkan teori perilaku konsumen.
a. Hukum Gossen I (Marginal Utility):
“Tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang akan semakin berkurang apabila ia terus-menerus menambah konsumsinya atas barang tersebut. Apabila konsumsi atas barang tersebut  ditambah satu unit lagi, nilai guna total akan berkurang dan tambahan nilai guna akan menjadi negatif”
Beberapa istilah yang penting
1. Kepuasan Total (TU), adalah keseluruhan nilai guna (kepuasan) yang diperoleh seseorang sebagai akibat mengkonsumsi suatu barang.
Rumus : TUn = MU1 + MU2 + …MUn
2. Kepuasan Marginal (MU), adalah tambahan kepuasan yang diperoleh seseorang sebagai akibat dari menambah satu unit barang untuk memenuhi kepuasannya.
Rumus :  MUn = TUn – TU n-1
3. Kepuasan Rata-rata (AU), adalah rata-rata kepuasan yang diperoleh seseorang setiap mengkonsumsi suatu barang dalam jumlah tertentu.
Rumus : AUn = TUn : n

b. Hukum Gossen II (Equimarginal Principle)
“Setiap orang akan berusaha memnuhi kebutuhannya atas beberapa barang dan jasa yang dapat memberikan tingkat kepuasan yang sama”
Seorang konsumen akan mencapai kondisi keseimbangan atau memperolah kepuasan maksismum dalam mengkonsumsi dua barang apabila mencapai kedua syarat sbb:
1)     Syarat Keseimbangan I:  MUx/Px  =  MUy/Py
2)     Syarat keseimbangan II : PxX + PyY = M
2. Pendekatan Ordinal
Pendekatan yang mencoba mengukur tingkat kepuasan konsumen dalam mengonsumsi barang, baik satu jenis maupun lebih dari satu jenis barang. Pendekatan ini dipelopori oleh J. Hicks dan R.J. Allen.
a) Tingkat Substitusi Marginal (MRS/Marginal Rate Substitution)
Adalah jumlah barang Y yang harus dikorbankan seorang konsumen untuk memperoleh satu unit tambahan barang X.
b) Garis Kendala Anggaran (Budget Constraint Line)
Garis yang menunjukkan kombinasi alternative dari barang-barang yang dapat dibeli oleh konsumen dengan pendapatan yang tersedia dan dengan harga tertentu.
c) Kepuasan Maksimum Konsumen (Ekuilibrium konsumen)
Seorang konsumen berada dalam kondisi kepuasan maksimum (ekuilibrium) apabila dengan kendala pendapatan dan harga barang tertentu, konsumen dapat memaksimalkan kepuasan total (utilitas) dari pengeluarannya

F. Perilaku Produsen

Produksi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan untuk menciptakan barang dan jasa dan atau meningkatkan/ menambah kegunaan barang dan jasa bagi kebutuhan manusia.
Produsen adalah seseorang atau kelompok yang melakukan produksi yaitu menghasilkan dan atau menambah daya guna  barang dan jasa bagi kebutuhan manusia.
Produksi dibedakan menjadi dua jenis produksi yaitu ;
1. Produksi barang merupakan daya cipta dalam menambah kegunaan barang (materi) dengan mengubah sifat dan bentuk barang (materi).
1. Produksi jasa merupakan daya cipta dalam menambah kegunaan , tanpa melakukan perubahan terhadap sifat dan bentuknya.
Tujuan produksi yaitu:
  1. Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat
  2. Untuk Mendapatkan Keuntungan
  3. Menggali dan mengumpulkan barang yang sudah disediakan alam.
  4. Menciptakan dan menghasilkan barang dan jasa.
  5. Meningkatkan daya guna barang dan jasa.
1. Perusahaan
Adalah badan usaha yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan berusaha melakukan produksi sampai pada tingkat jumlah produksi atau kapasitas yang dapat memberikan keuntungan maksimum.
2. Teori produksi
Dalam menghitung besarnya keuntungan maksimum yang ingin diperoleh maka yang perlu diperhitungkan adalah input dan output dari suatu proses produksi, yang dituangkan ke dalam sebuah fungsi yang disebut fungsi produksi. Secara matematis, fungsi produksi dinyatakan dalam bentuk rumus sbb :
Q = f (K,L,R,S)
Q = jumlah produksi yang dihasilkan (output)
K = capital atau jumlah stok modal (capital)
L =  jumlah tenaga kerja (labor)
R = bahan mentah (raw material)
S = input tanah (land input)

G. Peran Konsumen dan Produsen

Pelaku kegiatan ekonomi pada suatu Negara terdiri dari empat komponen, yaitu:
a.. Rumah Tangga Konsumen (RTK) berperan sebagai berikut :
  1. Menyediakan faktor-faktor produksi bagi perusahan
  2. Menerima imbalan jasa dari penggunaan factor-faktor produksi yang dimilikinya
  3. Melakukan kegiatan konsumsi
  4. Membayar pajak kepada pemerintah
b. Rumah Tangga Produsen (RTP) berperan sebagai berikut :
  1. Membayar imbalan jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi yang dimiliki RTK
  2. Mengelola factor-faktor produksi dan melakukan kegiatan produksi
  3. Menjual dan mendistribusikan barang hasil produksi
  4. Menerima pendapatan atas penjualan barang dan jasa
  5. Membayar pajak kepada negara
c. Rumah Tangga Pemerintah berperan sebagai berikut :
  1. Melakukan kegiatan konsumsi
  2. Menerima pajak dari wajib pajak
  3. Melakukan kegiatan produksi melalui BUMN
  4. Menjaga stabilitas ekonomi
  5. Membuat UU bersama DPR yang berhubungan dengan perekonomian
d. Masyarakat Luar Negeri berperan sebagai berikut :
  1. Melakukan penanaman modal / investasi
  2. Melakukan kegiatan ekspor dan impor
H. Motif dan Prinsip-prinsip Ekonomi

a. Motif Ekonomi
Motif ekonomi merupakan alasan yang mendorong manusia manusia melakukan tindakan ekonomi. Misalnya manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya berusaha mencari nafkah, dari pernyataan itu dapat dijelaskan memenuhi kebutuhan hidup adalah  motif ekonomi dan berusaha mencari nafkah termasuk tidakan ekonomi.
Sebab-sebab yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi diantaranya diperkirakan untuk :
(a)   Motif mencari laba.
Motif mencari laba adalah dorongan manusia melakukan tindakan ekononi yang didasarkan oleh adanya keuntungan , misalnya seorang pedagang, kegiatannya untuk mendapatkan laba.
(b) Motif untuk menjadi makmur.
Makmur adalah dapat memenuhi segala kebutuhan, berarti motif untuk menjadi makmur adalah dorongan manusia melakukan tidakan ekonomi didasarkan untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam memenuhi kebutuhan.
(c). Motif memperoleh Kekuasaan.
Motif memperoleh kekuasaan adalah ditujukan untuk dapat memperoleh kekuasaan atau pengaruh dimasyarakat.
(d). Motif memperoleh penghargaan
Banyak orang beranggapan bahwa orang akan dihargai  dan menjadi terpandang apabila mempunyai banyak harta kekayaan, penampilan dengan pakaian , kendaraan yang  serba mahal.. Sehingga banyak orang berlomba mencari materi (kekayaan) untuk dapat dihargai dimata masyarakat.
(d). Motif Sosial
Motif sosial adalah dorongan tindakan ekonomi didasarkan untuk menolong sesama manusia. Misalnya menolong fakir miskin, menolong bencana alam dll.
b. Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi adalah suatu dasar atau pegangan yang dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan yang dilakukan oleh pelaku ekonomi. Secara umum prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan tertentu seseorang berusaha untuk mencapai hasil maksimal, atau dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya seseorang berusaha untuk mencapai hasil tertentu. Konsep prinsip ekonomi dikelompokan menjadi dua bagian.
1. Berusaha dengan alat-alat atau dana yang ada untuk memperoleh hasil atau tujuan sebesar-besarnya (maksimal). Hal ini akan memperoleh konsep kinerja atau konsep produktivitas kerja.
2. Berusaha dengan biaya (pengorbanan )yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil yang tertentu.
Dengan demikian maka, prinsip ekonomi mengandung makna sebagai berikut;
a. Cara bertindak yang berusaha mencapai hasil yang optimal (sebesar mungkin)
b. Cara bertindak yang berusaha mengeluarkan biaya yang serendah mungkin atau pengorbanan minimal, akan tetapi pada konsep yang rasional.
Makna prinsip ekonomi mengandung pengertian efisiensi atau yang terbaik dari banyak alternatif dan optimalisasi dari penggunaan sumber daya
Penerapan prinsip ekonomi terkadang mengandung pengertian dan konsep yang berlawanan diantara pelaku ekonomi, misalnya prinsip ekonomi bagi kensumen akan bertentangan prinsip ekonomi  produsen dimana konsumen menghendaki harga yang paling murah sedangkan produsen menghendaki harga yang mahal. Maka prinsip keseimbangan atau kesepakatan  diantara yang bertentangan akan  menguntungkan, karena keduanya akan bertindak  menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a. Kebutuhan, kepentingan akan disusun berdasarka skala prioritas atau menurut tingkat kepentingan.
b. Pengambilan tindakan yang paling menguntungkan dalam menghadapi berbagai alternatif.
Beberapa contoh penggunaan prinsip ekonomi bagi:
a. Konsumen
  • Bersikap hemat
  • Mengutaman kebutuhan primer
  • Mendahaulukan hal-hal yang paling penting
  • Mengindari sifat konsumerisme dll.
b. Produsen
  • Meminimalkan biaya produksi
  • Menjual dengan harga yang tinggi
  • Menjual dengan jumlah yang banyak dll.

BAB. 1 Kebutuhan & Kelangkaan (Ekonomi SMA Kelas X)


MODUL 1: KEBUTUHAN & KELANGKAAN BARANG DAN JASA
 
A. Kebutuhan

1. Pengertian
Adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk mencapai kesejahteraan

2. Jenis-Jenis Kebutuhan
  • a. Kebutuhan Menurut Intensitas

    1) Kebutuhan Primer: kebutuhan yang harus segera dipenuhi agar manusia dapat mempertahankan hidupnya. Contoh: makan, minum, pakaian
    2) Kebutuhan Sekunder: kebutuhan yang bersifat sebagai pelengkap. Contoh: meja, kursi, kulkas
    3) Kebutuhan Tersier: kebutuhan terhadap barang-barang mewah yang dapat menaikkan status sosial seseorang. Contoh: kendaraan, perhiasan, villa, dll.
  • b. Kebutuhan Menurut Sifat

    1) Kebutuhan Jasmani: kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani. Contoh: pakaian, makanan minuman, olahraga.
    2) Kebutuhan Rohani: kebutuhan yang bersifat kejiwaan. Contoh: berlibur, beribadah, mendengarkan musik.
  • c. Kebutuhan Menurut Subjek Yang Membutuhkan

    1) Kebutuhan Individu
        Contoh: guru membutuhkan spidol, seseorang memerlukan kaca mata minus satu
    2) Kebutuhan Umum/Kelompok/Kolektif
        Contoh: jembatan penyeberangan, rumah sakit, jalan raya.
  • d. Kebutuhan Menurut Waktu
    1) Kebutuhan Sekarang: kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi. Contoh: orang sakit harus segera berobat, orang lapar harus segera makan.
    2) Kebutuhan yang akan datang: kebutuhan yang pengadaannya sekarang, digunakan untuk masa yang akan datang. Contoh: menabung, asuransi, pendidikan, ibadah.
 

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan
    a. Peradaban: perubahan/ perkembangan zaman
    b. Lingkungan/ keadaan alam
    c. Adat istiadat
    d. Agama

B. Kelangkaan
  • Kelangkaan: kondisi dimana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan kebutuhan kita.
  • Inti Masalah Ekonomi: bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya yang tak terbatas dengan alat/ benda pemuas kebutuhan yang terbatas.
Penyebab timbulnya kelangkaan:
1. Terbatasnya benda pemuas kebutuhan yang ada di alam
2. Kerusakan alam akibat ulah manusia
3. Terbatasnya kemampuan manusia untuk mengolah SDA yang ada
4. Peningkatan kebutuhan manusia lebih cepat dibandingkan kemampuan  penyediaan sarana kebutuhan
C. Biaya Peluang

1. Pengertian:
Biaya Peluang (Opportunity cost) adalah nilai barang atau jasa yang dikorbankan karena memilih alternatif kegiatan.
  • SDA Terbatas/ Langka à manusia melakukan pilihan
Biaya: pengorbanan untuk mendapatkan suatu tujuan
Biaya Eksplisit: biaya yang benar-benar dikeluarkan
Biaya implisit: merupakan biaya yang timbul karena melakukan suatu kegiatan dan mengorbankan kegiatan lain (biaya peluang).

2. Perbedaan Biaya Sehari-hari dengan Biaya Peluang
  • Biaya Sehari-hari: pengorbanan yang harus dilakukan untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi, tanpa memperhitungkan kerugian karena dikorbankannya kegiatan lain.
  • Biaya Peluang: biaya yang muncul secara implisit karena melakukan suatu kegiatan dan mengorbankan kegiatan lain.
Laba Akuntansi = Penerimaan – Biaya Eksplisit
Laba Ekonomi = Penerimaan – (B. Ekspilsit + B. Implisit)
Jika laba akuntansi < biaya peluang, maka perusahaan merugi. Lebih baik pemilik perusahaan bekerja di perusahaan awalnya bekerja (tidak membuka usaha sendiri).

Sejarah Adam Smith (Bapak Ekonomi)

SIAPAKAH ADAM SMITH
Adam Smith lahir pada juni tahun 1723, dia adalah putra seorang hakim pengacara Scotlandia dan juga seorang pengawas keuangan adat. Dia memperoleh pendidikan di Universitas of Glosgow dan Universitas of Oxford dan menjadi profesor petama di bidang Filsafat Moral di Glosgow. Setelah tiga belas tahun mengajar di bidang akademmik, dia melakukan perjalanan selama dua tahun di Perancis sebagai guru untuk Henry scott, anak angkatnya Charles Towsend yaitu seorang anggota parlemen di inggris yang terkenal, Smith memperoleh pensiun yang membuatnya bisa menghabiskan waktu untuk menulis. Pada tahun 1778, Smith menerima sebuah jabatan sebagai komisioner pabean, dimana pada tahun tersebut merupakan tahun peringatan serta tahun yang bermakna baginya dalam seumur hidupnya. Smith meninggal pada tahun 1790. Adam Smith adalah akademisi pertama yang menjadi seorang ahli ekonomi, karirnya tidak jauh berbeda dengan ahli-ahli ekonomi lainnya yang hidup pada masa 150 tahun terakhir.
Pada zamannya, banyak ajaran-ajaran ekonomi yang melewati batas dengan pekerjaan sebagai guru di bidang akademik,termasuk juga Smith, sehingga Smith dan ahli ekonomi lainnya disebut sebagai seorang filsuf. Adam Smith, sebagai seorang pemikir memiliki kerangka berpikir yang sistematis dan tertarik pada perilaku manusia. Sebagai seorang filsuf moral Smith tertarik pada masalah-masalah ekonomi, terbukti pada catatan perkuliahannya antara tahun 1760-1764 tentang filsuf moral terdapat beberapa poin yang menyinggung masalah ekonomi.. Dalam pemikirannya Adam Smith banyak dipengaruhi oleh beberapa pemikir-pemikir besar sebelumnya. Seperti Francis Hutcheson, melandasi dasar kecintaan Smith pada natural order. Beberapa paham naturalist yang turut mengilhaminya antara lain, Stoicsisme Yunani, Stoicisme Romawi, Hobbes, Bacon dan Locke.

INDIVIDUALISME DAN KEBEBASAN
Adam Smith pertama kali menulis buku yang berjudul The Theory of Moral Sentiments pada tahun 1759. dalam bukunya ini Smith meyakinkan pembacanya bahwa setiap manusia sangat menyukai hidup sebagai warga masyarakat, dan tidak menyukai hidup yang individualistik dan mementingkan diri sendiri. Adam Smith memiliki pemikiran bahwa setiap orang secara natural akan saling menghargai (rasional) sehingga dia menganggap manusia adalah makhluk bebas yang dengan sendirinya tahu nilai-nilai kemasyarakatan. Pemikiran semacam ini sangat berbahaya karena pada kenyataannya manusia tidak seperti anggapan Adam Smith (rasional, ada beberapa manusia yang irasional). Tanpa adanya peraturan manusia akan saling makan dan menindas yang berlaku adalah hukum rimba. Smith yang menghargai sifat natural manusia dan kecewa pada dampak merkantilisme membenci campur tangan pemerintah tetapi tanpa ada campur tangan pemerintah, kehidupan dalam bernegara tidak akan dapat berjalan dengan sendirinya.

MERKANTILISME
Merkantilisme yaitu ekonomi suatu bangsa akan berkembang dengan mengorbankan Negara lain atau penjajahan terhadap suatu bangsa. Tujuan merkantilisme adalah mengumpulkan emas dan perak secara agresif dan menghalalkan segala cara untuk melakukannya. Suatu Negara melakukan merkantilisme dengan cara mengirimkan utusan-utusan ke daerah yang jauh untuk mencari tambang emas dan perak dan logam dan sebagainya dengan sebanyak banyaknya, 
 
AWAL MUNCULNYA EKONOMI MODERN
Sebelum tahun 1776 pada saat itu tidak pernah muncul sebuah karya besar, dalam kehidupan manusia sehari hari hanya mencari nafkah. Selama berabad abad sejak zaman romawi sampai abad kegelapan dan renaisans, semua manusia berjuang untuk bertahan hidup dengan memeras keringat dan sering kali terpaksa pulang hanya membawa hasil yang hanya bisa bertahan untuk hidup sehaari saja. Manusia terus berjuang untuk mempertahankan hidup melawan kelaparan, penyakit, kemiskinan dan perang. Hanya sedikait yang merasakan hidup menyenangkan. Upah riil perkapita selalu sama dari tahun ke tahun, maka pada abad ke-18 ketika rata rata usia harapan hidup hanya 40 tahun, penulis inggris Thomas hobbes menyatakan bahwa kehidupan manusia itu adalah kehidupan “yang sepi, miskin, kacau, kejam dan singkat”.
Kemudian pada tahun 1776 (Tahun Prophetik), untuk pertama kalinya datang secerah harapan bagi orang orang kebanyakan. Saat itu dikenal sebagai periode pencerahan. Dan tahun ini adalah sejarah tahun pertama kalinya kaum buruh mencari standart minimum untuk makan, pakaian dan tempat tinggal. Thomas Jefferson, menyatakan bahwa “kehidupan, kebebasan, dan pencarian kebahagian” adalah hak-hak dasar dan menjadi kerangka hukum bagi bangsa yang kelak menjadi kekuatan ekonomi terbesar di muka bumi. Dan hak-hak itu menjadi landasan konstitusional dan kebebasan kelak akan ditiru oleh banyak negeri diseluruh dunia.

TERBITNYA SEBUAH BUKU YANG MONUMENTAL.
Dr. Adam smith, seorang professor pendiam dan linglung yang mengajar “filsafat moral” di Universitas Glasgow. The Wealth of Nations menjadi karya intelektual yang terkenal di seluruh dunia pengarangnya adalah Adam smith. Adam smith lahir di era pencerahan skotlandia, telah menulis formula universal untuk meraih kemandirian finansial, dan kemakmuran yang sepanjang abad sesudahnya akan merevolusionerkan cara pandang dan praktik warga dan pemimpin negara dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Publikasi karya ini suatu dunia baru yaitu dunia yang penuh kemakmuran. Adam smith menjanjikan dunia baru bagi semua orang bukan hanya untuk orang kaya dan penguasa tetapi juga untuk rakyat kebanyakan. The Wealth of Nations adalah semacam deklarasi kebebasan ekonomi. Pada tahun 1776 di proklamasikan dua kebebasan yakni kebebasan politik dan kebebasan berusaha, dan keduanya berpadu untuk menggerakkan revolusi industri, maka ekonomi modern dimulai tidak lama sesudah tahun 1776, Buku The Wealth of Nations :
 

KEMAJUAN EKONOMI
Pada awal tahun 1800-an sesudah publikasi The Wealth of Nations, dunia barat mulai berkembang pesat, seperti mesin pemintal, perkakas tenun, mesin uap semua itu beberapa penemuan penting yang menghemat waktu dan uang untuk para pengusaha dan warga Negara. Revolusi industri mulai berjalan, upah riil mulai naik dan standard hidup semua orang, baik kaya maupun miskin mulai meningkat terus menerus, saat ini di mulainya ekonomi modern dan orang-orang dari berbagai latar mulai muncul ke pentas sejarah.
TERBENTUKNYA SUMBER KEMAKMURAN RIIL
The wealth of nations bukan hanya sekedar risalah tentang perdagangan bebas tetapi juga gagasan tentang kemakmuran. Sang professor skotlandia ini mengajukan argument yang kuat yakni produksi dan perdagangan adalah kunci untuk membuka “kemakmuran Negara” Dengan kata lain sumber kemakmuran bukan pengumpulan emas dan perak dengan mengorbankan Negara lain, Adam smith mengatakan “kemakmuran sebuah bangsa bukan hanya berasal dari emas dan peraknya, tetapi juga dari tanahnya gedung gedungnya dan segala macam barang barang yang dapat dikonsumsi. Kemakmuran harus diukur berdasarkan seberapa baik rumah, baju dan makanan yang dimiliki oleh penduduk. Kemakmuran sebuah Negara terjadi jika semua kebutuhan dan fasilitas untuk hidup tersedia dengan harga murah.

SMITH MENEMUKAN KUNCI PEMBUKA KEMAKMURAN
Disepanjang The Wealth of Nations Smith mendukung kebebasan alamiah, kebebasan orang untuk melakukan apa yang di inginkannya tanpa campur tangan Negara. Ini berarti kebebasan aliran perpindahan tenaga kerja, modal, uang dan barang. Smith mengatakan kebebasan ekonomi bukan hanya akan menghasilkan kehidupan material yang lebih baik tetapi juga merupakan hak asasi manusia. Menurut Smith melarang banyak orang melakukan apa-apa yang biasa mereka lakukan dalam bidang produksi,atau melarang orang-orang menggunakan modal dan industri dengan cara yang mereka nilai paling menguntungkan bagi mereka sendiri adalah sebuah pelanggaran nyata terhadap hak asai manusia yang paling luhur.

PENERIMAAN KARYA KLASIK SMITH DISELURUH DUNIA
Dukungan smith terhadap kebebasan alamiah menimbulkan pemikiran baru dikalangan generasi yang kemudian. Kata-katanya mengubah arah politik. Membebaskan belenggu manusia. Sebagian besar negeri diseluruh dunia yang mulai bergerak menuju perdagangan bebas bisa dikatakan dipengaruhi oleh karya Adam smith. The wealth of nations adalah dokumen ideal untuk melengkapi revolusi industri dan hak-hak politik manusia.

SMITH MENGIDENTIFIKASI TIGA UNSUR
Smith memulai buku besarnya dengan sebuah diskusi tentang bagaimana kekayaan da kemakmuran diciptakan melalui Kapitalisme pasar bebas. Smith menggaris bawahi tiga karakteristik dari system klasik ini yaitu :
1.      Kebebasan (freedom) : hak untuk memproduksi dan menukar (memperdagangkan) produk, tenaga kerja, dan capital.
2.      Kepentingan diri (self-interest) : hak seseorang untuk melakukan usaha sendiri da membantu kepentingan diri orang lain.
3.      Persaingan (competitions) :  hak untuk bersaing dalam produk dan perdagangan barang dan jasa.

MANFAAT KAPITALISME

Adam smith mengatakan bahwa kaya maupun miskin akan mendapat keuntungan dari system ekonomi liberal. Kekayaan universal akan sampai ke rakyat di lapisan paling bawah sekalipun. Setandard hidup meningkat secara substansial untuk semua golongan, termasuk golongan miskin di abad 20. Kapitalisme adalah mengubah barang mewah menjadi kebutuhan melalui persaingan para pengusaha, buruh dan kapitalis, akhirnya semua konsumen Amerika mampu mengubah dunia yang tak pasti dan kadang kejam menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk bekerja dan menetap.

Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi

Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North
.

Ilmu Ekonomi

Adam Smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).

Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi, invisble hand, informatic economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme, briton woods, dan sebagainya.
Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisis ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama. Gary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini kadang-kadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.
Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan "apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi?" The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.