Showing posts with label Pengantar Manajemen Pendidikan. Show all posts

Pendekatan Sistem : Jaringan Kerja dan PERT

A. Definisi Konseptual
Gordon B. Darvissystem is a set of elements that are interconnected and affect each other in a certain environment. Sistem adalah seperangkat unsur yang saling berhubungan dan saling memengaruhi dalam satu lingkungan tertentu.
Raymond McLeod, system is a group of integrated elements to achieve a goalsistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi untuk mencapai suatu tujuan.

Dari pengertian-pengertian para ahli diatas dapat kita sintesakan bahwa, sistem adalah sekelompok elemen yang saling berhubungan dan saling memengaruhi untuk mencapai suatu tujuan.

C. Pembahasan
a. Pengertian Pendekatan Sistem dan Jaringan Kerja
Pendekatan sistem adalah pendekatan yang berlandaskan pada cara berfikir sistematik atau logis untuk memecahkan suatu masalah dalam organisasi. Dan pada dasarnya jaringan kerja merupakan suatu perencanaan kerja yang menggunakan cara berpikir sistem atau pendekatan sistem yang melihat pekerjaan sebagai salah satu sub sistem dari suatu sistem secara keseluruhan. Perencanaan jaringan kerja ini berguna bagi para pemimpin untuk mengarahkan dan menetapkan tanggung jawab permasing-masing bidang fungsional.

b. Penggunaan, Keuntungan dan Tahapan-Tahapan Jaringan Kerja
Penggunaan jaringan kerja digunakan untuk kegiatan proyek yang memerlukan jaringan kerja dan analisis jaringan yang terperinci. Adapun penggunaanya sebagai berikut :
  1. Proyek-proyek kompleks dengan multi kegiatan yang saling bergantung.
  2. Proyek besar yang banyak melibatkan orang, serta menggunakan sarana dan prasarana, waktu dan dana dalam jumlah yang sangat besar pula.
  3. Proyek yang memerlukan koordinasi antar departemen atau antar pejabat.
  4. Proyek yang memerlukan informasi padat atau kontiniu.
  5. Proyek-proyek yang harus diselesaikan dalam waktu yang tepat dan biaya yang terbatas
Sedangkan keuntungannya adalah,
  1. Keharusan menggambarkan logika ketergantungan dari setiap kegiatan dalam jaringan kerja, memaksa kita untuk merencankan suatu proyek secara lebih detail.
  2. Dalam jaringan kerja ditunjukan dengan jelas penyelesaian kegiatan yang kritis dan tidak kritis, sehingga memungkinkan pengaturan waktu, usaha, dan perhatian tertentu secara lebih intensif.
  3. Perencanaan Jarigan kerja sangat membantu dalam komunikasi.
  4. Dengan prencanaan jaringan kerja dapat dimungkinkan pelaksanaan proyek secara lebih ekonomis, dan tidak ragu-ragu dalam mendayagunakan berbagai sumber yang dibutuhkan.
c. Pengertian PERT
PERT adalah singkatan dari programme evaluation and review technicue ( Teknik Pengevaluasian dan Peninjauan kembali).PERT secara fundamental merupakan representasi diagramatik sebagaimana suatu alat grafik bagi manajemen.

d. Metode PERT
Metode PERT adalah salah satu metode pengelolaan yang merupakan alat bagi seorang pimpinan untuk menghasilkan suatu perencanaan yang baik dan lengkap serta berfungsi, dalam melakukan pengawasan.
2 elemen dasar PERT yaitu kejadian dan peristiwa. dimana kejadian merupakan bagian dai proyek yang menggunakan waktu, tenaga, dana dan sumber lainnya, sedangkan peristiwa merupakan saat permulaan atau akhir dari tugas.

e. Kegunaan PERT
Kegunaan PERT secara rinci adalah sebagai berikut :
  •  Dengan adanya hubungan ketergantungan yang logis dari masing-masing kegiatan jaringan kerja, maka para manjer, administrator haruslah mengadakan perencanaan terinci. sebelum suatu proyek dilaksanakan.
  • Dengan adanya peristiwa  atau event yang menunjukkan selesainya suatu kegiatan yang diakibatkan oleh suatu atau lebih kegiatan.
  • Pada jaringan kerja dapat digambarkan dengan jelas kegiatan-kegiatan yang mempunyai waktu pelaksanaan kritis dan kegiatan-kegiatan yang tidak kritis.
  • Gambaran suatu jaringan kerja memberikan bantuan yang sangat penting dalam komunikasi.
  • Jaringan kerja memberikan kesempatan untuk memilih pelaksanaan atau kegiattan lebih ekonomis dari segi pembiayaan, kepastian menggunakan sumber dan sebagainya.

Contoh PERT

Struktur Organisasi


Definisi Konseptual
  • Menurut Robbins, struktur organisasi adalah menetapkan bagaimana tugas akan dibagi, siapa melapor kepada siapa, serta mekanisme koordinasi yang formla dan pola interaksi yang akan diikuti.
  • Menurut S. Reksohadiprodjo, dan T.H. Handoko, Struktur organisasi adalah suatu kerangka yang menunjukkan seluruh kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi, hubungan antar fungsi, serta wewenang dan tanggung jawabnya.
Jadi, Struktur Organisasi adalah suatu kerangka tentang bagaimana tugas akan dibagi, untuk menunjukkan seluruh kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi.

Pembahasan
a) Komponen Dasar Struktur Organisasi
Komponen dasar dalam struktur organisasi terbagi menjadi 3, yaitu :

  • Kompleksitas : Mempertimbangkan tingkat diferensi yang ada dalam organisasi yang didalamnya terdapat tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan di dalam hirarki organisasi, serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.
  • Formalisasi : Tingkat sejauh mana sebuah organisasi menyandarkan dirinya kepada peraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari para pegawainya.
  • Sentralisasi :Mempertimbangkan dimana letak dari pusat pengambilan keputusan.
b) Hubungan vertical dan horizontal dalam struktur organisasi
Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi, yaitu :

  • Bentuk Vertikal, system organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertical.
  • Bentuk Mendatar/Horizontal, dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang lingkaran.
  • Bentuk Lingkaran, dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang luingkaran.
  • Bentuk Setengah Lingkaran, dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
  • Bentuk Elliptical, dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat elips kea rah bidang elips.
  • Bentuk Piramid terbalik, dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk pyramid terbalik.
Ada beberapa bagian dari organisasi, yaitu :

  • The Operating Care
  • The Middle Line
  • The Techno Structure
  • The Support Staff
c) Elemen-Elemen Struktur Organisasi
Berikut ini elemen-elemen struktur organisasi, yaitu :
1)  Kompleksitas, kompleksitas menggambarkan derajat diferensiasi dalam suatu organisasi, yaitu : Diferensiasi horizontal, vertical, maupun spasial.

d) Fungsi atau Kegunaan Struktur dalam Organisasi
Terdapat fungsi atau kegunaan struktur dalam organisasi, yaitu :

  • Kejelasan dan Tanggung Jawab
  • Kejelasan Kedudukan
  • Kejelasan Uraian Tugas
e) Bentuk-Bentuk Struktur Organisasi
Terdapat 2 bentuk struktur organisasi, yaitu :

  • Struktur Garis (Sederhana)
Struktur ini diciptakan oleh Henry Fayol. Struktur organisasi ini, wewenang dari atasan disalurkan secara vertical kepada bawahan.
Ciri-Ciri struktur ini, yaitu :
-       Kesatuan perintah terjamin
-       Pembagian kerja kelas
-       Mudah dilaksanakan
-       Organisasi tergantung pada satu pimpinan.
Kekurangan strukur garis ini, yaitu :
-       Kurang fleksibel dalam menyediakan spesialisasi yang dibutuhkan ketika perusahaan menjadi lebih luas dan kompleks.

  • Struktur Fungsional
Struktur Organisasi ini diciptakan oleh F.W. Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
Ciri-Ciri struktur ini yaitu :
-     Tidak menjamin adanya kesatuan perintah
-     Keahlian para pengawas dan pegawai berkembang menuju spesialisasi
-     Penghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang sama.

f) Perancangan Organisasi
Adapun factor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi sebagai berikut :

  • Strategi Organisasi untuk mencapai tujuannya.
  • Teknologi yang digunakan
  • Anggota (Karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi.
  • Ukuran organisasi besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan-satuan kerjanya akan sangat mempengaruhi struktur organisasi akan semakin kimpleks dan harus dipilih bentuk struktur yang tepat.
g) Unsur-Unsur Struktur Organisasi
Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :

  • Spesialisasi kegiatan yang berkenaan dengan spesifikasi tugas-tugas individual dan kelompok kerja dalam organisasi (pembagian kerja) dan penyatuan tugas-tugas tersebut menjadi satuan-satuan kerja (departementalisasi).
  • Standarisasi kegiatan, merupakan prosedur-prosedur yang digunakan organisasi untuk terjamin terlaksananya kegiatan seperti yang direncanakan.
  • Koordinasi kegiatan menunjukkan prosedur-prosedur yang mengintegrasikan fungsi-fungsi satuan-satuan kerja dalam organisasi.
  • Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan yang menunjukkan lokasi (letak) kekuasaan pembuatan keputusan.
  • Ukuran satuan kerja menunjukkan jumlah karyawan dalam suatu kelompok kerja.

Evaluasi


Definisi Konseptual

  • Menurut Bloom et. Al (1971) Evaluation, as we see it, is the systematic collection of evidence to determine whether in fact certain changes are taking place in the learners as well as to determine the amount ar degree of change in individual student”. Evaluasi, sebagaimana kita lihat, adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataan terjadi perubahan diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam pribadi diri siswa.
  • Menurut Stufflebeam et. Al (1997) “Evaluation is the process of delineating, obtaining, and providing useful information for judging decision alternatives”.Evaluasi merupakan proses menggambarkan memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan.
Dari definisi menurut para ahli diatas dapat disintesakan, evaluasi adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk menilai sesuatu dengan kenyataan yang terjadi serta menetapkan perubahan-perubahan untuk menentukan perencanaan yang baik guna mencapai suatu tujuan yang diharapkan.

Pembahasan
a) Pengertian Evaluasi
Pengertian evaluasi dituliskan dalam kamus Oxford Advanced Learne’s Dictionary of Current English (AS Hornby, 1986). “Evaluation is to find out, decided the amount or value”. Evauasi adalah upaya untuk menentukan nilai atau jumlah. Dengan melakukan evaluasi, peneliti dapat menentukan nilai sesuatu baik berupa program ataupun produk.
Menurut Komite Studi Nasional tentang evaluasi (National Study Committee on Evaluation) dari UCLA yang telah dikutip oleh Widoyoko, menyatakan bahwa : “Evaluation is the process of ascertaining the decision of concern, selecting appropriate information, and collecting and analyzing information in order to report summary data useful to decision  makers in selecting among alternatives”. Evaluasi merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan, pengumpulan analisis dan penyajian informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan serta penyusunan program selanjutnya.
Dalam evaluasi selalu mengandung proses. Proses evaluasi harus tepat terhada tipe tujuan suatu kegiatan yang mengukur derajat, dimana suatu tujuan dapat dicapai. Sebenarnya evaluasi juga merupakan proses memahami, member arti, mendapatkan, dan mengkomunikasikan suatu informasi bagi keperluan pengambilan keputusan.
Berdasarkan Pengertian evaluasi diatas dapat disintesakan bahwa evaluasi adalah sebuah proses penilaian yang dilakukan oleh peneliti untuk menentukan baik buruknya suatu program yang nantinya akan mempengaruhi sebuah keputusan guna memperbaiki penyusunan program selanjutnya.
b) Fungsi Evaluasi
Tiga macam fungsi poko evaluasi, yaitu :
-       Mengukur kemajuan
-       Menunjang penyusunan rencana, dan
-       Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali.
Sedangkan secara administrative, evaluasi pendidikan memiliki tiga macam fungsi, yaitu :
-       Memberikan laporan
-       Memberikan berbagai bahan keterangan (data)
-       Memberikan gambaran
c) Syarat-Syarat Evaluasi
Syarat-Syarat evaluasi, adalah :

  • Sahih (Valid)
Evaluasi dikatakan valid apabila mengukur apa yang sebenarnya diukur. Apabila yang diukur adalah sikap, tetapi evaluasi mengukur pengetahuan, maka evaluasi tersebut tidak valid. Kesahihan evaluasi biasanya diukur dalam presentasi atau dalam derajat tertentu dengan alat ukur tertentu.

  • Terandalkan (Reliable)
Evaluasi dikatakan terandalkan jika alat evaluasi yang sama dilakukan terhadap kelompok siswa yang sama beberapa kali dalam waktu yang berbeda-beda atau situasi yang berbeda-beda, akan memberikan hasil yang sama.

  • Obyektif
Evaluasi dikatakan obyektif jika tidak mendapat pengaruh subyektif dari pihak penilai.

  • Seimbang
Keseimbangan meliputi keseimbangan bahan, kesukaran, dan tujuan. Bahan harus seimbang diantara berbagai pokok bahasan. Keseimbangan dalam kesukaran artinya antara yang mudah, sedang dan sukar harus dalam proporsi tertentu. Keseimbangan tujuan adalah keseimbangan dalam berbagai matra dalam kawasasn tertentu, antara pengetahuan pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi dalam kawasan matra kognitif yang harus disusun dalam proporsi tertentu.

  • Membedakan
Suatu evaluasi harus dapat membedakan prestase individual di antara sekelompok siswa. Evaluasi harus dapat membedakan siswa yang sangat berhasil, cukup berhasil, kurang berhasil, gagal dan sebagainya.

  • Norma
Evaluasi yang baik, hasilnya harus mudah ditafsirkan. Hal ini menyangkut tentang adanya ukuran atau norma tertentu untukl menafsirkan hasil evaluasi dari setiap siswa.

  • Fair
Evaluasi yang fair mengemukakan persoalan-persoalan dengan wajar, tidak bersifat jebakan, dan tidak mengandung kata-kata yang bersifat menjebak. Di samping itu terdapat keadilan untuk siswa yang di evaluasi.

  • Praktis
Baik ditinjau dari segi pembiayaan maupun dari segi pelaksanaannya, evaluasi harus efisien dan mudah dilaksanakan.
Kedelapan syarat tersebut perlu dimiliki oleh suatu evaluasi yang baik walaupun dalam derajat yang berbeda-beda.

Pengawasan (Controlling)


Definisi Konseptual
  • Control is a assurance that the performance can form to plan. “Kontrol adalah jaminan bahwa kinerja sesuai dengan rencana”.
  • Control is to determine what is, evaluate it, and apply corrective measuress, if needed, to insure result in keeping with me plan. “Kontrol adalah untuk menentukan apa itu evaluasi, dan menerapkan langkah-langkah perbaikan, jika diperlukan untuk memastikan hasil sesuai dengan yang direncanakan”.
Jadi, pengawasan adalah suatu proses pemantauan untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan suatu kegiatan untuk mengambil suatu keputusan.

Pembahasan
a) Fungsi Pengawasan (Monitoring)
Terdapat beberapa fungsi pengawasan menurut Ernie dan Saefullah, yaitu :

  • Mengevaluasi keberhasilan dan pencapaian tujuan serta target sesuai dengan indikator yang ditetapkan.
  • Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.
  • Melakukan berbagai alternative solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan perusahaan.
b) Sistem Pengawasan

  • Sistem Komperatif
Langkah-langkah pengawasan melalui sistem komperatif, yaitu :
-       Mempelajari laporan kemajuan pekerjaan
-       Membandingkan laporan hasil-hasil pelaksanaan pekerjaan dengan rencana awal
-       Mengadakan analisa terhadap perbdaan-perbedaan
-       Memberikan penilaian terhadap hasil pekerjaan termasuk para penanggung jawabnya.
-       Membuat suatu keputusan untuk perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan pekerjaan.

  • Sistem Verifikatif
Langkah-Langkah pengawasan melalui sistem verifikatif, yaitu :
-       Menentukan ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan prosedur pemeriksaan.
-       Membuat laporan secara periodik terhadap hasil pemeriksaan.
-       Mempelajari laporan untuk mengetahui perkembangan dari hasil pelaksanaan.
-       Mengambil keputusan untuk tindakan-tindakan perbaikan atau penyempurnaan.

  • Sistem Inspeksi
Inspeksi bertujuan untuk mengecek kebenaran dari hasil laporan dan memberikan penjelasan-penjelasan terhadap kebijaksanaan pimpinan, dilakukan dengan rasa kesetiakawanan, solidaritas dan morak yang tinggi.

  • Sistem Investigasi
Hasil laporan dari sistem ini bersifat hipotesa (dugaan sementara). Sistem ini menitik beratkan penelitian yang lebih mendalam terhadap masalah yang bersifat negatif.
Tahapan-tahapan yang dilakukan adalah :
-     Pengumpulan data
-     Menganalisa/mengolah data
-     Penelitian terhadap data tersebut
-     Kemudian hasil penelitian nya diambil keputusan.

c) Objek Pengawasan
Objek Pengawasan merupakan hal-hal yang harus diawasi dalam pelaksanaan suatu rencana.
Secara garis besar objek pengawasan dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu :

  • Kuantitas dan kualitas program, yaitu barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan atau program tersebut.
  • Biaya program, menggunakan tiga macam standar yaitu :
-       modal yang dipakai,
-       pendapatan yang diperoleh, dan
-       harga program.

  • Pelaksanaan (Implementasi) program, yaitu pengawasan terhadap waktu, tempat, dan proses pelaksanaan.
  • Hal-hal yang bersifat khusus, yaitu pengawasan yang ditujukan kepada hal-hal khusus yang ditetapkan oleh pimpinan atau manajer.
d) SOP Pengawasan
Didalam pengawasan terdapat tujuan dari SOP pengawasan yaitu untuk pedoman agar tidak menyimpang dari ketentuan yang ada.
Dan Manfaat Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) adalah sebagai pedoman bagi seluruh anggota pengawasan dalam melaksanakan tugas dilapangan.

e) Pengawasan Efektif
Agar pengawasan efektif, maka para manajer harus menghayati reaksi manusia terhadap sistem pengawasan.
Menurut Stoner didalam pengawasan yang efektif haruslah memenuhi persyaratan, yaitu :

  • Ketepatan
  • Sesuai waktu
  • Objektif dan Komprehensif
  • Fokus pada titik pengawasan strategis
  • Realistissecara ekonomis
  • Luwes
  • Realistis secara organisatoris
  • Terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi
  • Perspektif dan operasional
  • Dapat diterima para anggota orgsanisasi.
Sedangkan menurut Schermerhorn, persyaratan pengawasan yang efektif itu yaitu :

  • Berorientasi pada hal-hal yang strategis pada hasil-hasil
  • Berbasis informasi
  • Tidak kompleks
  • Cepat dan berorientasi perkecualian
  • Dapat dimengerti
  • Luwes
  • Konsisten dan struktur organisasi
  • Jujur dan objektif
  • Dirancang untuk mengakomodasi pengawasan diri
  • Positif mengarah ke perkembangan, perubahan dan perbaikan.
f) Cara-Cara Mengawasi
Pengawasan yang efektif dilakukan oleh seorang atasan, maka haruslah terkumpul fakta-fakta di tangan pemimpin yang bersangkutan.
Agar pengawasan efektif, maka ada beberapa cara untuk mengumpulkan fakta-fakta yaitu :

  • Peninjauan pribadi
  • Interview atau lisan
  • Laporan tertulis
  • Laporan dan pengawasan kepada hal-hal yang bersifat istimewa.
g) Faktor-Faktor yang Membuat Pengawasan di Perlukan
Di dalam sebuah organisasi membuat pengawasan sangat diperlukan, membuat pengawasan diperlukan faktor-faktor. Faktor-faktor nya yaitu :

  • Perubahan lingkungan organisasi
  • Peningkatan kompleksitas organisasi
  • Kesalahan-kesalahan
  • Kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang.

Kepercayaan


Definisi Konseptual

1. “Trust isthe expectation that other people, or groups or institutions with whom we get into contact –interact, cooperate – will act in ways conductive to our well – being”.
Kepercayaan adalah sebuah harapan orang lain, atau kelompok atau lembaga dengan siapa kita mendapatkan ke sebuah hubungan yang mempengaruhi, bekerja sama – akan bertindak dengan cara yang konduktif untuk – kesejahteraan”

2. “Trust is highly relevant when the trustor depends on the trustee’s future action(s)to achieve his/her own goals and objectives”.
Kepercayaan adalah hal yang sangat relevan saat trustor mengawasi perwakilan tindakan kehidupan untuk mencapai tujuannya sendiri”.

  3. “Kepercayaan adalah kompenen yang berharga dalam setiap keberhasilan menjalin hubungan dan lebih jauh berfungsi sebagai upaya untuk mengurangi resiko serta membangun hubungan jangka panjang dan meningkatkan komitmen”.

  4. “ Trust is based on the expectation that  one will find  what  is expected rather than what  is feared”.
“Kepercayaan adalah dasar dalam harapan bahwa seseorang akan menemukan apa yang diharapkan lebih baik daripada apa yang ditakutkan”.
Berdasarkan definisi-definisi menurut para ahli diatas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa, Trust (Kepercayaan) adalah sebuah harapan. Dimana seseorang individu dapat mempercayai seseorang atau pemimpin yang mempercayai anggota oraganisasinya dalam berbuat kebaikan dan sebaliknya individu itu akan melakukan dengan sebaik mungkin.

Pembahasan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan
               Kepercayaan ialah harapan positif. Faktor atau kunci mempengaruhi kepercayaan ada lima dimensi, yaitu :

  1. Integrity(Integritas)

            Integritas adalah sifat-sifat yang jujur dan bermoral.Kejujuran adalah unsur yang menentukan dalam peristiwa komunikasi.Kejujuran tidak saja menjadikan komunikasi menjadi efektif, tetapi juga mampu menciptakan pemahaman yang baik antara komunikasi dan komunikator.Pesan yang dilandasi kejujuran mengarahkan komunikasi terhindar dari distorsi.


  2. Competence(Kompetensi)

              Kompetensiialah sifat, pengetahuan, dan pribadi seseorang yang relevan dalam menjalankan tugasnya secara efektif.

         Kompetensi terdiri atas kompetensi generik dan kompetensi spesifik.

  • Kompetensi generik

Kompetensi yang bersifat umum yang harus dimiliki setiap pekerja.

  • Kompetensi spesifik

Kompetensi khusus untuk mengerjakan pekerjaan khusus.


3. Concistency (Konsistensi)

        Konsistensi ialah sifat kokoh atau teguh (presistent) pada pendirian, meskipun berbagai ancaman mengahadang.Orang yang konsisten dapat diramalkan tingkah lakunya, tidak mudah beruba-ubah perilakunya (sikap, pikiran, dan perbuatannya), ucapan janjinya dapat dipercaya, serta cocok antara kata dan perbuatannya.Ketidakkonsistenan antara ucapan dan perbuatan, janji dan buktinya, dapat mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan.


4. Loyalty (Kesetiaan)

      Kesetiaan ialah keinginan untuk selalu melindungi, menyelamatkan, mematuhi, atau taat pada apa yang disuruh atau dimintanya, dan penuh  pengabdian. Orang yang setia tidak akan berkhianat, serong, atau selingkung.


5. Openness(Keterbukaan)

        Keterbukaan ialah keadaan dimana setiap orang yang terkait dengan pendidikan dapat mengetahui proses dan hasil pengambilan keputusan dan kebijakan sekolah. Keterbukaan sama dengan polos, apa adanya dan tidak bohong, tidak curang, jujur, dan terbuka terhadap publik tentang apa yang dikerjakan oleh sekolah.

Jenis-Jenis Kepercayaan

Dalam hubungan organisasi ada tiga, yaitu:

  • Kepercayaan berbasis pada kekuatan

               Kepercayaan berbasis pada kekuatanakan berfungsi hanya pada tingkat bahwa hukuman itu mungkin, konsekuensi nya jelas dan hukuman sesungguhnya dijatuhkan jika kepercayaan dilanggar. Lebih dari itu potensi kerugian dari interaksi masa depan dengan pihak lain harus berimbang dengan potensi yang diperoleh dari melanggar pengharapan. Terlebih lagi pihak yang berpotensi dirugikan harus mau memperkenalkan ancaman pada orang yang melanggar kepercayaan tersebut.Contoh dari kepercayaan berbasis kekuatan adalah hubungan manajer dengan karyawan baru.Sebagai karyawan, anda umumnya percaya pada boss baru walaupun sedikit saja pengalaman yang bisa menjadi landasan bagi kepercayaananda.Ikatan yang menciptakan terletak pada wewenang yang ditanggung oleh bos dan hukuman-hukuman yang dapat dijatuhkannya jika anda gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan pekerjaan anda.

  • Kepercayaan berbasis pada pengetahuan

          Sebagian besar hubungan organisasi berakar pada kepercayaan berbasis pengetahuan.Kepercayaan yang didasarkan padapredictabilitas perilaku yang berasal dari riwayat interaksi kepercayaan itu ada jika anda memiliki informasi yang memadai tentang seseorang sehingga anda memhami bahwa mereka cukup mampu memperkirakan secara tepat perilaku mereka.

                Kepercayaan ini mengandalkan informasi dan bukannya ketakutan. Pengetahuan pihak lain tentang predictabilitas tentang perilakunya menggantikan kontrak hukuman dan kesepakatan hukum yang lazim yang terdapat pada kepercayaan berbasis ketakutan. Pengetahuan ini berkembang dari waktu ke waktu, umumnya sebagai fungsi dari pengalaman yang membangun kepercayaan akan sifat dapat dipercaya dan predictabilitas. Semakin baik anda mengenal seseorang semakin akurat anda dapat memperkirakan apa yang dia lakukan. Yang menarik, pada tingkat berbasiskan pengetahuan, kepercayaan tidak perlu rusak oleh perilaku yang tidak konsisten. Jika anda yakin, anda dapat menjelaskan secara memadai atau memahami pelanggaran oleh pihak lain yang tampak dari pihak, anda dapat menerimanya, memaafkan itu, dan terus mempertahankan hubungan itu. Akan tetapi, inkonsistensi yang sama pada tingkat ketakutan mungkin secara permanen menghancurkan kepercayaan.

  • Kepercayaan berbasis pada identifikasi

              Tingkat kepercayaan paling tinggidicapai bila terdapat hubungan emosional antara dua pihak. Hal itu kemungkinan satu pihak bertindak sebagai agen bagi pihak lain dan menggantikan orang itu dalam transaksi interprasional. Ini disebut kepercayaan berbasis identifikasi. Kepercayaan ini ada karna masing-masing pihak saling memahami maksud masing-masing dan menghargai keiginan pihak lain. Pengertian ini berkembang ke titik dimana masing-masing pihak dapat bertindak secara efektif bagi yang lain.

              Contoh dari kepercayaan berbasis identifikasi adalah pasangan suami istri yang telah lama menikah dan hidup berbahagia. Suami mempelajari apa yang penting bagi istrinya dan mengantisipasi tindak-tindakan itu. Pada giliran isteri percaya bahwa suami akan mengantisipasi apa yang penting baginya tanpa harus meminta. Peningkatan identifikasi memungkinkan masing-msing pihak berfikir seperti yang lain, merasa seperti yang lain, dan menanggapi seperti yang lain.


Manfaat Kepercayaan

Manfaat kepercayaan diantaranya adalah :

  1. Terciptanya iklim saling berbagi informasi dan kolaborasi.
  2. Pertumbuhan organisasi yang lebih cepat.
  3. Meningkatnya kepercayaan pelanggan dan masyarakat.
  4. Berkembangnya iklim transparansi.
  5. Mendorong inovasi.
  6. Terwujudnya keselarasan antara sistem dan struktur organisasi.
  7. Mempertinggi loyalitas karyawan.
  8. Eksekusi strategi yang lebih efektif.
  9. Pemanfaatan seluruh sumber daya organisasi dengan lebih efektif dan efisien.
Hubungan antara Pemimpin dan Kepercayaan

Kepribadian para pimpinan memainkan peran penting dalam menumbuhkembangkan kepercayaan dalam organisasi.Agar dipercaya, seorang pemimpin organisasi tentu mutlak harus memiliki integritas dan kejujuran.Mereka harus benar-benar peduli pada etika dan moral, memiliki pendirian yang teguh, selalu berusaha menepati janji, dan berkomitmen penuh bagi kemajuan organisasi dan kesejahteraan anggotanya. Ingatlah orang akan lebih peduli pada apa yang dikerjakan ketimbang apa yang dikatakan. Actions speak louder than words.

Namun integritas saja tentu tidak cukup. Pemimpin harus memiliki bakat, sikap, pengetahuan, keterampilan, dan gaya yang sesuai. Dengan kata lain, pemimpin harus benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Berikutnya adalah kesediaan memikul tanggung jawab sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam organisasi. Pemimpin macam ini tidak akan mudah mencari kambing hitam bila ada hal-hal yang tidak beres. Mereka lebih memfokuskan diri kepada apa yang salah, bukan siapa yang salah.

Kepedulian (caring) berkorelasi positif dengan kepercayaan.Pemimpin harus bisa menjadi sandaran bagi para pengikutnya tatkala mereka merasa lelah, cemas, frustrasi, dan kehilangan motivasi.Menghadapi kondisi pengikut yang demikian, dibutuhkan pemimpin yang mampu berperan sebagai motivator yang mampu membangkitkan kembali semangat para pengikut. Pemimpin secacam ini akan mampu membangun kedekatan emosional dengan para pengikutnya. Demikian pula sebaliknya.


Karakter dalam kepercayaan

      Many different definitions of trust are found in organizational behavior literature but they all refer to similar, intangible characteristics of human behaviors. Three descriptions of trust are:

  • The belief in the integrity, character, and ability of a leadeR.
  • Reciprocal faith in one’s intentions and behaviors.
  • A confidant reliance on the integrity, honesty, or justice of

Banyak definisi yang berbeda kepercayaan yang ditemukan dalam perilaku organisasi tetapi mereka mengacu pada hal yang sama – karakteristik berwujud perilaku manusia. Tiga deskripsi kepercayaan adalah :

  • Percayaan pada integritas, karakter, dan kemampuan seorang pemimpin.
  • Iman Timbal Balik dalam niat dan perilaku seseorang.
  • Ketergantungan kepercayaan pada integritas, kejujuran, dan keadilan lain.
Cara Mendapatkan Kepercayaan dalam Diri

          Sudah tidak diragukan lagi  bahwa setiap orang pasti ingin dirinya  terus  berkembang  untuk  menjadi  lebih  baik. Membangun  diri  yang  baru  bukan  semata-mata  dalam artian fisik  atau tampilan  luar  (outer  beauty), namun juga kondisi  yang  ada di dalam atau yang  biasa kita  sebut  inner beauty.

Di dalam  tubuh  manusia terdapat  3  (tiga)  komponen  yang  sangat  penting,  yaitu BodyMind,  dan  Soul.   Jika  ingin  membangun diri  kita  yang baru,  tiga  komponen  inilah  yang  harus  kita  perhatikan, yang  mana  semua  komponen  tersebut  butuh  suatu pembersihan.

  1. Body Cleansing
  2. Mind Cleansing
  3. Soul Cleansing