Komunikasi

12/16/2014 Unknown 0 Comments

Definisi Konseptual

Communication is the process by which information and the meaning or significance transferred from the sender to the receiver. “Komunikasi adalah proses dimana informasi dan arti atau makna ditransfer dari sender kepada receiver”.
Communication shows the process by which information is transmitted and understood between two people or more. “Komunikasi menunjukkan proses dimana informasi dikirimkan dan di pahami diantara dua orang atau lebih”.
Jadi, komunikasi adalah pemberian informasi yang didalamnya terdapat sender dan receiver. Dan seseorang dapat saling berinteraksi baik bahasa verbal maupun nonverbal untuk mencapai tujuan sebuah organisasi.

Pembahasan

a) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi
Di dalam komunikasi terkadang kita mengalami gangguan, sehingga komunikasi memiliki faktor-faktor yang mempengaruhi nya :
  • Latar Belakang Budaya
semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif, sehingga kebiasaan pola pikir seseorang melalui akan terbentuk melalui suatu pesan.
  • Ikatan dengan Kelompok
Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.
  • Harapan
Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan.

b) Proses Komunikasi
Didalam komunikasi pastinya memiliki suatu proses yang melibatkan seseorang dan kadang mengalami suatu gangguan. Inilah beberapa proses komunikasi, yaitu :
  • Sender : Seseorang yang mengirimkan pesan kepada individu lain.
  • Encoding : Menerjemahkan suatu bahasa yang ingin disampaikan agar orang tersebut dapat mengerti apa yang sedang dibicarakan.
  • Message : suatu informasi yang ingin disampaikan sender kepada receiver.
  • Channel : Saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan.
  • Decoding : Proses memecahkan kode agar pesan tersebut dapat diterima receiver dengan masuk akal.
  • Receiver : Orang yang menerima pesan.
  • Noise : Suatu gangguan ketika menyampaikan dan memahami pesan.
  • Feedback : Pengetahuan tentang dampak pesan yang diterima receiver, sehingga menimbulkan reaksi receiver disampaikan kepada sender.
c) Prinsip Komunikasi
Di dalam komunikasi terdapat beberapa prinsip, diantaranya :
  • Memiliki kegunaan,
  • Penuh minat terhadap materi pesan,
  • Dilengkapi dengan alat peraga
  • Menarik perhatian bagi komunikan,
  • Dilengkapi alat peraga,
  • Menguasai materi pesan,
  • Mengulangi bagian yang penting,
  • Jangan menggangap bahwa setiap orang sudah mengerti pesan yang kita berikan (perlu umpan balik).
d) Tujuan Komunikasi
Tujuan komunikasi adalah untuk membangun atau menciptakan pemahaman atau pengertian bersama.
Di dalam komunikasi kita tidak harus saling memahami, namun terkadang di dalam komunikasi terjadi beberapa perubahan diantaranya :
  • Perubahan Sikap : Suatu perubahan sikap baik positif maupun negatif setelah komunikan menerima pesan.
  • Perubahan Pendapat : Di dalam komunikasi sender dan receiver harus menciptakan pemahaman agar pendapat nya dapat disesuaikan.
  • Perubahan Perilaku : Berubahnya perilaku dari perilaku yang negatif menjadi perilaku yang positif.
  • Perubahan Sosial : Dari proses komunikasi yang efektif suatu hubungan interpersonal bisa secara tidak sengaja meningkat.
e) Manfaat Komunikasi
Terdapat 5 kategori fungsi dan manfaat komunikasi menurut Alo Liliweri, yaitu :
  • Sumber atau Pengirim, agar informasi dapat diketahui penerima(informasi / to inform). Fungsi nya untuk menyampaikan pesan (informasi) atau menyebarluaskan informasi kepada orang lain.
  • Sumber dimana untuk menyebarluaskan informasi dalam rangka mendidik penerima (pendidikan / to educate). Fungsi nya menyebarluaskan informasi yang bersifat mendidik orang lain.
  • Sumber memberikan instruksi agar dilaksanakan penerima (instruksi). Fungsi nya untuk memberikan instruksi (mewajibkan atau melarang) penerima melakukan sesuatu yang diperintahkan.
  • Sumber mempengaruhi komunikan dengan informasi yang persuasif untuk mengubah persepsi, sikap dan perilaku penerima (persuasi / to influence). Fungsinya untuk menyebarkan informasi yang dapat mempengaruhi (mengubah) sikap penerima agar dia menentukan sikap dan perilaku yang sesuai dengan kehendak pengirim.
  • Sumber menyebarluaskan informasi untuk menghibur sekaligus mempengaruhi penerima (menghibur / to entertain). Fungsinya untuk mengirimkan pesan, yang mengandung hiburan kepada penerima menikmati apa yang diinformasikan.
f) Fungsi Komunikasi
  • Kendali : komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku anggota dalam beberapa cara.
  • Motivasi : komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada para karyawan apa yang harus dilakukan bagaimana mereka bekerja baik dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja jika itu di bawah standar.
  • Pengungkapan emosional : komunikasi yang terjadi di dalam kelompok merupakan mekanisme fundamental dimana anggota-anggota menunjukkan kekecewaan dan rasa puas mereka, oleh karena itu komunikasi menyiarkan ungkapan emosional dari perasaan dan pemenuhan kebutuhan sosial.
  • Informasi : komunikasi memberikan informasi yang diperlukan individu dan kelompok untuk mengambil keputusan dengan meneruskan data guna mengenai dan menilai pilihan-pilihan alternatif (Robbins, 2002 : 310-311).
g) Macam-Macam Komunikasi
  • Komunikasi Searah : Komunikator mengirim pesannya yang diterima oleh komunikan melalui media, namun komunikan tidak memberikan umpan balik (feedback).
  • Komunikasi Dua arah : Komunikator mengirim pesan yang diterima oleh komunikan, namun komunikan memberikan umpan balik kepada komunikator.
  • Komunikasi Berantai : Komunikator mengimkan pesan kepada komunikan kemudian disalurkan kepada komunikan kedua, dari komunikan kedua disampaikan kepada komunikan ketiga dan seterusnya.
h) Karakteristik Komunikasi
  • Komunikasi membutuhkan lebih dari dua orang yang akan menentukan tingkat hubungan dengan oranglain.
  • Komunikasi verbal dan non verbal terjadi secara simultan.
  • Dalam komunikasi seseorang akan berespon terhadap pesan yang diterima.
  • Pesan yang diterima tidak selalu diasumsikan sama antara penerima dan pengirim.
  • Pertukaran informasi dibutuhkan ilmu pengetahuan.
  • Pesan yang dikirim dan diterima dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, pendidikan, keyakinan dan budaya.
  • Posisi seseorang di dalam sistem sosiokultural dapat mempengaruhi proses komunikasi.
  • Komunikasi dipengaruhi oleh perasaan diri sendiri, subyek yang dikomunikasikan dan oranglain.
  • Komunikasi terjadi secara berkesinambungan dan terjadi hubungan timbal balik.
i) Bentuk-Bentuk Komunikasi
Di dalam komunikasi terdapat bentuk-bentuk, diantaranya:
  • Komunikasi Vertikal : komunikasi dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas atau komunikasi dari pimpinan ke bawahan dan dari bawahan ke pimpinan secara timbal balik.
  • Komunikasi Horizontal : Komunikasi secara mendatar, misalnya komunikasi antara karyawan dengan karyawan dan komunikasi ini sering kali berlangsung tidak formal yang berlainan dengan komunikasi vertikal yang terjadi secara formal.
  • Komunikasi Diagonal (Silang) : seseorang dengan orang lain yang satu dengan yang lainnya berbeda dalam kedudukan dan bagian (Effendy, 2000 : 17).
Pendapat lainnya menyebutkan, komunikasi dapat mengalir secara vertikal atau lateral (menyisi).
Dimensi vertikal dapat dibagi menjadi ke bawah dan ke atas.
  • Ke bawah : Komunikasi yang mengalir dari satu tingkat dalam suatu kelompok atau organisasi ke suatu tingkat yang lebih bawah. Kegunaan dari pada komunikasi ini memberikan penetapan tujuan, memberikan instruksi pekerjaan, menginformasikan kebijakan dan prosedur pada bawahan, menunjukkan masalah yang memerlukan perhatian dan mengemukakan umpan balik terhadap kinerja.
  • Ke atas : komunikasi yang mengalir ke suatu tingkat yang lebih tinggi dalam kelompok atau organisasi digunakan untuk memberikan umpan balik kepada atasan, menginformasikan mereka mengenai kemajuan ke arah tujuan dan meneruskan masalah-masalah yang ada.
Sedangkan dimensi lateral, komunikasi yang terjadi di antara kelompok kerja yang sama, diantara anggota kelompok-kelompok kerja pada tingkat yang sama, diantara manajer-manajer pada tingkat yang sama (Robbins, 2002 : 314-315).

j) Gaya Komunikasi
Terdapat macam-macam gaya komunikasi diantaranya yaitu :
  • The Controlling Style
Gaya komunikasi yang bersifat mengendali ini, ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pkikiran dan tanggapan orang lain. Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator satu arah atau oneway communicators.
Pihak-pihak yang memakai Controlling Style of communication ini, lebih memusatkan perhatian kepada pengiriman pesan dibanding upaya mereka untuk berbagi pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian pada umpan balik, kecuali jika umpan balik atau feedback tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi mereka.
  • The Equalitarian Style
The equalitarian style of communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah (two-way traffic of communication).
Dalam gaya komunikasi ini, tidak komunikasi dilakukan secara terbuka. Artinya, setiap anggota organisasi dapat mengungkapkan gagasan ataupun pendapat dalam suasana yang demikian, memungkinkan setiap anggota organisasi mencapai kesepakatan dan pengertian bersama.
Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi yang bermakna kesamaan ini, adalah orang-orang yang memiliki sikap kepedulian yang tinggi serta kemampuan membina hubungan baik dengan orang lain baik dalam konteks pribadi maupun dalam lingkup hubungan kerja.
  • The Structuring
Gaya komunikasi yang terstruktur ini, memanfaat pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi. Pengirim pesan (sender) lebih memberi perhatian kepada keinginan untuk mempengaruhi orang lain dengan jalan berbagi informasi tentang tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi tesebut.
  • The Dynamic Style
Gaya komunikasi yang dinamis ini memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaanya berorientasi pada tindakan (action-oriented). The dynamic style of communication ini sering dipakai oleh para juru kampanye ataupun supervisor yang membawahi para wiranegara (salesmen).
Tujuan utama gaya komunikasi yang agresif ini adalah menstimulasi atau merangsang pekerjaan/karyawan untuk bekerja dengan lebih cepat efektif digunakan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang bersifat kritis, namun dengan persyaratan bahwa karyawan atau bawahan mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengatasi masalah yang kritis tersebut.
  • The Relinguishing Style
Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima sara, pendapat ataupun gagasan orng lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun pengiriman pesan (sender) mempunyai hak untuk memberi perintah dan menguntrol orang lain.
Pesan-pesan dalam gaya komunikasi ini akan efektif ketika pengiriman pesan atau sender seadng bekerja sama dengan orang-orang yang berpengetahuan luas, berpengalaman, teliti serta bersedia untuk bertanggung jawab atas semua tugas atau pekerjaan yang dibebankannya.
  • The Withdrawal Style
Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi, artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang memakai gaya ini untuk berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan antar pribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut.

k) Hambatan Komunikasi
  • Filtering, menunjukkan bahwa sender secara sengaja memanipulasi informasi sehingga receiver akan melihat lebih favourable
  • Selective perception, receiver dalam proses komunikasi secara efektif melihat dan mendengar berdasar pada kebutuhan, pengalaman, latar belakang, dan karekteristik lainnya personal lainnya.
  • Information oveload, individu mempunyai kapasitas terbatas untuk memproses data.
  • Emotions, kita cenderung paling mengesampingkan rasionalitas kita dan proses pemikiran objektif dan mensubsitusi pertimbangan emosional.
  • Language, umur dan konteks merupakan faktor terbesar yag memengaruhi perubahan tersebut.
  • Silance, didefinisikan oleh ketiadaan informasi.
  • Communication apprehension, mengalami ketegangan yang tidak semestinya dan kegelisahan dalam komunikasi lisan, komunikasi tertulis atau keduanya.
  • Gender differences, cenderung digunakan oleh pria untuk menekan status, sedang wanita cenderung menggunakan untuk menciptakan hubungan.
  • Politically correct communication, berarti tidak ofensif di mana makna dan penyederhanaan hilang atau kebebasan berekspresi dirintangi.
  • Personal barriers, menunjukkan stiap atribut invidual yang menghindari komunikasi.
  • Physical barriers, hambatan fisik dapat berupa suara, waktu, tempat dan lainnya lagi.
  • Semantic barriers, hambatan oleh pengguna kata yang tidak jelas atau ambigu.
l) Teknik Berkomunikasi Secara Efektif
untuk menjadi komunikator atau komunikan yang baik, atasilah hambatan-hambatan komunikator tersebut. Di samping itu jadilah,
  1. pendengar yang baik,
  2. pembicara yang efektif,
  3. pembaca yang baik,
  4. penulis yang baik,
  5. pembelajar yang baik, dan
  6. pembimbing yang baik
sebagai seorang pendengar dan pembicara yang baik haruslah melakukan sebelas kaidah menjadi pendengar yang baik, yaitu :
  • lakukan lah kontak mata,
  • hindarilah untuk mengevaluasi lebih awal terhadap pembicara,
  • hindari pemberian “bumbu-bumbu” waktu pembicaraan dengan orang lain,
  • jangan mencampuri pemikiran orang lain yang sedang berbicara atau ikut melanjutkan ujung-ujung pembicaraan,
  • jangan mnghindarkan diri untuk mendengarkan si pembicara karena akan menjauhkan kertebukaan (kooperatif),
  • jangan mengiterupsi pembicaraan orang lain (berlaku sopan,)
  • hindari kecurigaan terhadap yang di bicarakan orang lain, (brsikap dan berpikir positif) ,
  • jangan perhatikan orangnya, tetapi isi pembicaraanya,
  • jangan munafik terhadap diri sendiri karena banyak pngaruhnya terhadap isi pmbicaraan,
  • dengarlah si pembicara.
  • Konsentrasilah pada lawan bicara, hindari tindakan dan pikiran lain yang mengganggu.

You Might Also Like

0 komentar: